"Jadi Anak ROHIS itu GA BOLEH BERBUAT DOSA Dan GA BOLEH NGINGETIN ORANG YANG BERBUAT DOSA"
Aktivis dakwah SLTA sederajat (Biasanya ROHIS atau RISMA) seengganya dihadapkan pada sebuah problem ga berarti, namun sangat mengganggu jiwa para pendakwah di sekolah. Terkadang para penggiat dakwah Jadi mahluk yang paling serba salah di sekolah..
"Anak ROHIS itu GA BOLEH BERBUAT DOSA"
Ketika ada anak RISMA atau ROHIS di sekolah, berbuat sebuah kesalahan ataupun maksiat. Maka mereka dipandang sebagai orang yang paling bersalah didunia,
"Masa anak rohis begini, masa anak rohis begitu"
Ketika ada anak RISMA atau ROHIS di sekolah, berbuat sebuah kesalahan ataupun maksiat. Maka mereka dipandang sebagai orang yang paling bersalah didunia,
"Masa anak rohis begini, masa anak rohis begitu"
Anak ROHIS itu bukan anak yang sebelumnya udah bener (walaupun ada sebagian) atau masuk tiba tiba jadi bener, jadi soleh. Justru awalnya sebagian besar anak yang mungkin "pengen bener" terus belajar untuk meninggalkan perbuatannya maksiatnya dulu.
Dan anda tau ? disitu ada proses, ya proses yang ga bisa dilewati 1 detik ataupun 2 detik. Betapa sulitnya meninggalkan maksiat dulu dan harus istiqomah dengan kebaikannya.
Dan saat dia salah anda menghakimi ? bukankah lebih indah jika saling mengingatkan ? Anak ROHIS itu manusia dan anak diluar ROHIS pun manusia, sama sama pengen jadi orang bener. Apa baik saling menghakimi ? Saya kira itu kurang baik.
Dan saat dia salah anda menghakimi ? bukankah lebih indah jika saling mengingatkan ? Anak ROHIS itu manusia dan anak diluar ROHIS pun manusia, sama sama pengen jadi orang bener. Apa baik saling menghakimi ? Saya kira itu kurang baik.
"Anak ROHIS ga boleh ngingetin"
Ceritanya udah punya ilmu dikit, mau dikasih ke temen eh temennya malah ngomong
"udah urusin aja diri lu"
"alah sok suci"
"kayak dulunya bener aja lu. lu kan dulunya bla bla bla"
Ceritanya udah punya ilmu dikit, mau dikasih ke temen eh temennya malah ngomong
"udah urusin aja diri lu"
"alah sok suci"
"kayak dulunya bener aja lu. lu kan dulunya bla bla bla"
hancur rasanya, pengen ngingetin malah dibalikin begitu.
Ga perlu cari siapa yang salah, yang jelas yang menyampaikan nasihat jangan bernafsu dan yang diberi nasihat jangan egois. Alangkah baiknya jika saling rukun, tolong menolong dan saling sadar diri dan memperbaiki diri.
Ga perlu cari siapa yang salah, yang jelas yang menyampaikan nasihat jangan bernafsu dan yang diberi nasihat jangan egois. Alangkah baiknya jika saling rukun, tolong menolong dan saling sadar diri dan memperbaiki diri.
Organisasi Dakwah di sekolah hanya wadah. HANYA WADAH.
Untuk masuk ataupun tidak adalah hak masing masing siswa.
Untuk masuk ataupun tidak adalah hak masing masing siswa.
Tapi alangkah indahnya, jika siswa yang berada didalam Organisasi dakwah atau biasanya ROHIS , bisa menghargai temannya yang tidak memilih untuk bergabung.
Dan temannya pun bisa menghargai pilihan seseorang untuk bergabung bersama organisasi dakwah di sekolahnya.
Dan temannya pun bisa menghargai pilihan seseorang untuk bergabung bersama organisasi dakwah di sekolahnya.
Maka Jangan pandang sebelah mata yang masuk ROHIS.
Dan Jangan pandang sebelah mata yang tidak memilih ROHIS.
Dan Jangan pandang sebelah mata yang tidak memilih ROHIS.
Wallahul muwafiq..
Source : Abang ( initial AF )
Source : Abang ( initial AF )
0 komentar:
Posting Komentar